oleh

Kapolres Touna Kedatangan Siswa SMA Taruna Nusantara Magelang

Kedatangan siswa Moh. Ariq Athabarani bermaksud untuk melakukan wawancara dengan Kapolres Touna AKBP Riski Fara Sandhy, S.I.K., M.I.K., sebagai tugas dari sekolah.

Siswa Moh. Ariq Athabarani mengajukan beberapa pertanyaan kepada Kapolres terkait pelaksanaan tugas-tugas kepolisian serta tantangan tugas diwilayah Touna.

Mengawali wawancara tersebut, AKBP Riski menceritakan tentang riwayat hidup singkat perjalanan karirnya sebagai anggota Polri.

“Kami hanya putra seorang anggota TNI AD yang mengawali karir dari pangkat Tamtama. Namun sebagai orang tua merupakan suatu kebanggaan bisa mendidik anaknya sehingga dapat menempuh pendidikan sebagai Taruna Akpol,” ucap Pria kelahiran Madiun Jawa Timur 41 tahun yang lalu ini.

Menanggapi pertanyaan terkait suka duka selama menjabat sebagai Kapolres, AKBP Riski mengatakan bahwa semua jabatan itu punya seni masing-masing.

“Kami punya background tugas dari Brimob yang lebih bersifat operasional sedangkan jabatan Kapolres lebih condong pada pembinaan fungsi tekhnis dan administrasi kepolisian,” katanya.

“Apalagi dimasa pandemi Covid-19 ini banyak sekali tantangan dan suka dukanya, termasuk adanya fitnah dan dugaan yang tidak mendasar dari sekelompok oknum masyarakat,” tambah Kapolres.

“Namun selama berpegang pada SOP kita tidak boleh takut, tetap lakukan tupoksi sebagaimana mestinya (on the track). Biarkan mereka turun sendiri ke lapangan mencari fakta-fakta sebagai pembanding agar tahu keadaan dan situasi yang sebenarnya,” lanjut kata Kapolres.

Ditanya tentang harapan ke depan dalam rangka membangun Touna, Kapolres mengatakan meskipun tergolong sepi bila dibandingkan dengan daerah lain yang ada di Sulteng, Polres Touna mempunyai tantangan yang cukup besar dalam tugas di antaranya adalah menjaga keteraturan sosial, kepastian hukum, dan membantu memajukan daerah.

“Touna memiliki daerah terpencil, banyak suku pedalaman yang harus kita jaga agar tetap mempertahankan budaya aslinya tanpa terkontaminasi pengaruh buruk dari luar lingkungan mereka, seperti paham radikalisme serta terhindar dari penyebaran berita hoax,” ucap Kapolres.

“Daerah juga terdiri dari wilayah kepulauan yang cukup bagus sebagai objek wisata. Kita harus menjaganya dari praktek-praktek ilegal fishing seperti pengeboman ikan dan bius yang dapat merusak karang, karena ekosistem laut sangat membantu perekonomian warga di wilayah kepulauan,” tambah AKBP Riski.

Pada kesempatan itu, Kapolres juga menyampaikan pesan dan motivasi kepada para generasi muda khususnya siswa-siswi SMA Taruna Nusantara sebagai kader pemimpin bangsa kedepan.

“Pertama, bahwa setiap masa ada perubahan dan kita tidak boleh alergi dengan situasi tersebut khususnya terkait teknologi yang diciptakan untuk membantu kelancaran dan kemudahan hidup manusia.”

“Manfaatkan teknologi dengan baik, jangan justru sebaliknya kita yang dimanfaatkan oleh teknologi. Misalnya, menjadikan teknologi sebagai alat untuk berbuat kejahatan yang dapat menyebabkan kita lupa akan waktu, keluarga, pekerjaan dan lain sebagainya.”

“Kedua, bahwa sebagai siswa kalian harus punya jiwa ksatria. Kita terlahir di dunia ini adalah kehendak Allah SWT, sehingga kita harus bisa mempersiapkan diri untuk menjadi pemimpin bagi diri sendiri, keluarga, maupun pada organisasi tempat kita bekerja nantinya,” kata Kapolres.

Kapolres juga berpesan untuk mengutamakan ibadah dan bersifat sabar, karena sabar itu tak ada batasnya sebagaimana yang kita teladani dari junjungan kita Nabi Muhammad SAW.

“Sepandai-pandainya kita, sepintar-pintarnya kita, sekuat-kuatnya kita, jika jauh dari Allah SWT semua akan menjadi percuma. Banyak pelaku kejahatan yang pintar tapi imannya lemah sehingga dia terjerumus dalam dunia kriminal,” pesannya.

AKBP Riski juga menyampaikan bahwa janganlah kita selalu bergantung kepada kedua orang tua, cukuplah mereka telah berupaya membesarkan kita sejak kecil hingga menyekolahkan.

“Di saat sudah bekerja nanti, kitalah yang mengukir sejarah sendiri dengan susah payahnya dan pahit manisnya. Biarkan orang tua tidak tahu susahnya kita agar doa yang mereka panjatkan semua tentang hal-hal yang terbaik, selebihnya biarlah menjadi beban yang kita pikul sendiri,” pesannya lagi.

Diakhir pertemuan, Kapolres memberikan cenderamata, ucapan doa dan semangat kepada siswa Moh. Ariq Athabarani agar dapat mengikuti pendidikan dengan lancar dan lulus dengan hasil yang maksimal sehingga dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan yang dicita-citakan.

Siswa Moh. Ariq Athabarani ini adalah merupakan putra sulung dari empat bersaudara pasangan Aipda Irwan Kanit 4 Satintelkam Polres Touna dan Ny. Yusnita.

Ditempat berbeda Kasubbaghumas Polres Touna Iptu Triyanto mengatakan, kami berharap akan ada putra-putri Touna lainnya yang bisa mengikuti jejak adik Moh. Ariq Athabarani.

Komentar

News Feed