oleh

Sepekan Tak Ada Hasil, Warga Uemalingku yang Hilang di Laut Belum Ditemukan

TOUNA – Segala upaya dilakukan tim SAR gabungan, untuk bisa menemukan Jufri Bujo (46) warga Kelurahan Uemalingku, Kecamatan Ratolindo, Kabupaten Touna yang hilang  saat memanah ikan di laut Tanjung Bendera Keke.

Hingga hari ke ketujuh, Senin (11/10) pencarian yang dilakukannya tim SAR gabungan Pol Airud Polda Sulteng, Sat Pol Air Polres Touna, Basarnas Pos Parigi, TNI AL Pos Ampana, masyarakat dan keluarga korban hasilnya pun masih nihil.

Hal itu disampaikan oleh Kasat Pol Air Polres Touna AKP Muh. Natsir, SH kepada media ini, Senin (11/10).

Dikatakan mantan Kapolsek Ampana Kota ini, bahwa sesuai SOP pencarian terhadap korban dihentikan.

“Keluarga korban juga memahami atas kejadian ini dan mengiklaskan kepergian almarhum,” ujarnya.

Lanjutnya, Satpolair Polres Touna tetap akan monitoring apabila ada tanda-tanda korban di temukan.

“Bukan berarti kita tidak melaksanakan pencarian. Tetap kita pantau. Operasi bisa dibuka kembali, jika ada tanda-tanda korban akan ditemukan,” tutupnya.

Sebelumnya korban dilaporkan hilang saat memanah ikan bersama kedua temannya di laut Tanjung Bendera Keke, Senin (4/10) sekitar pukul 20.00 wita.

Mereka bertiga pergi menggunakan 1 perahu mencari ikan dengan cara memanah ikan di sekitar laut Keke Kelurahan Malotong, Kecamatan Ampana Kota.  Sampai di laut mereka bertiga turun menyelam untuk mencari ikan dengan cara memanah dan jarak mereka sekitar 20 meter dan dapat terlihat satu sama lain dengan menggunakan senter.

Namun seketika angin bertiup kencang, sehingga perahu yang mereka gunakan hanyut terbawah arus, saat itu korban berenang mengejar perahu tersebut dan kedua temannya (saksi) berdiri di atas batu karang melakukan pencahayaan menggunakan senter dan tidak berapa lama korban sudah tidak kelihatan oleh kedua temannya dan hanya lampu yang ada dalam perahu yang kelihatan.

Kemudian,  kedua temannya berenang ke darat untuk meminta bantuan warga melakukan pencarian korban. Warga setempat membantu melakukan pencarian dengan menggunakan katinting, namun dengan adanya tiupan angin dan ombak yang kencang, sehingga masyarakat tidak berani mengejar perahu tersebut.

Komentar

News Feed