oleh

Bupati Touna Terima Audensi dan Kordinasi Direktorat dan Supervisi Wilayah IV Komisi Pemberantasan Korupsi

TOUNA | Bupati Tojo Una-Una (Touna), Mohammad Lahay, SE, MM didampingi Pj. Sekretaris Daerah (Sekda), Drs. Moh. Syarif, MAP menerima audiensi Direktorat dan Supervisi Wilayah IV Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam rangka koordinasi program pemberantasan korupsi, Jumat (10/09/2021) di ruang rapat kantor Bupati Touna.

Hadir dalam kegiatan ini, Direktorat Koordinasi dan Supervisi Wilayah IV Koordinator MCP Rencana Aksi Pemberantasan Korupsi (KPK) Wilayah Provinsi Sulawesi Tengah Basuki Haryono bersama Tim, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Touna, Nawatsara Panjili, SE., M.Si, Kepala Inspektur Inspektorat Daerah Daeng Mario Pawadjoi, SH., MH, serta Kepala OPD Lingkup Pemda Kabupaten Touna.

Bupati Touna, Mohammad Lahay dalam sambutannya mengucapkan Selamat Datang kepada Direktorat Koordinasi dan Supervisi Wilayah IV Koordinator MCP Rencana Aksi Pemberantasan Korupsi (KPK) Wilayah Provinsi Sulawesi Tengah di Kabupaten Touna.

Dikatakannya, berdasarkan Undang-Undang No 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi Hari ini KPK menyelenggarakan Audiensi dan Koordinasi Program Pemberantasan Korupsi Terintegrasi pada Pemerintah Daerah Kabupaten Touna Tahun 2021.

“Olehnya, melalui kegiatan ini diharapkan Organisasi Perangkat Daerah dapat mencegah lebih awal terhadap Perbuatan Tindak Pidana Korupsi di Pemerintahan Daerah, dengan melakukan monitoring terhadap 8 Sektor Rencana Aksi Pemberantasan Korupsi,” ujarnya.

Bupati juga berharap melalui program Monitoring Center of Prevention (MCP) sistem informasi Pencegahan korupsi ini Pemerintah Daerah bisa menyampaikan laporannya tanpa harus menunggu tim dari KPK datang untuk melakukan monitoring

Bupati mengungkapkan, bahwa Kabupaten Touna pada Tahun Anggaran 2019 mencapai Realisasi Target MCP sebesar 92 persen, sementara pada Tahun Anggaran 2020 pencapaian realisasi tersebut menurun dengan hasil sebesar 68 persen.

“Sementara pada semester 1 Tahun Anggaran 2021 ini, Kabupaten Touna hanya terealisasi 5,24 persen,” ungkapnya.

Lanjut, kata Bupati, penurunan pencapaian MCP ini bukan tanpa sebab, Dampak Wabah Covid-19 mengakibatkan Refocusing anggaran, Pemberlakuan PSBB dan PPKM serta pelaksanaan WFH mengakibatkan Kinerja Perangkat Daerah berkurang.

“Olehnya, Bupati berpesan kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah dan jajarannya agar memberikan perhatian ekstra dalam melaksanakan tugas dan khususnya meningkatkan upaya Pencegahan Pemberantasan Korupsi melalui Monitoring evaluasi Rencana Aksi Pemberantasan Korupsi KPK ini,” tutupnya.(YYA)

Komentar

News Feed