oleh

Gempa di Touna, Bocah 6 Tahun Meninggal Dunia Tertimpa Tembok

TOUNA | Gempa berkekuatan magnitudo 5,8 yang terjadi di Kabupaten Touna, Kamis (26/8/2021) pagi, selain mengakibatkan kerusakan bangunan milik warga juga menewaskan seorang bocah berumur 6 tahun.

Bocah tersebut merupakan warga Kelurahan Bailo Kecamatan Ampana Kota.

Rian Renaldy warga Kelurahan Bailo Kecamatan Ampana Kota membenarkan, meninggalnya bocah tersebut.

Dia menyebutkan, berdasarkan informasi dari keluarga korbam, bocah tersebut meninggal akibat terkena reruntuhan tembok dekat rumahnya saat gempa terjadi.

“Iya benar ada seorang anak umur 6 tahun yang meninggal saat gempa terjadi akibat terkena reruntuhan tembok di dekat rumahnya,” sebutnya.

Dia menyebutkan, bocah tersebut sedang bermain bersama 3 orang temannya di halaman rumah.

Namun, saat gempa terjadi bocah 6 tahun ini sempat lari keluar sementara 3 orang temannya sempat ditahan oleh paman korban agar tidak panik dan takut.

“Iya anak itu sempat lari saat gempa terjadi dan tertimpa reruntuhan. Korban sempat dibawa ke rumah sakit namun tidak tertolong,” ujarnya.

Dia berharap, Pemerintah Kabupaten Touna harus tanggap dengan kondisi kegempaan yang terjadi saat ini di Touna.

“Pemkab Touna harus tanggap dan terus memberikan edukasi dan pengetahuan soal kegempaan yang akhir akhir ini melanda Touna, agar warga tidak panik dan tetap waspada,” pintanya.

Sementara itu, Kapolres Touna, AKBP Riski Fara Sandhy yang dihubungi pascagempa menyebutkan, kondisi Kabupaten Touna kondusif pasca gempa.

Riski mengatakan, pascagempa pihaknya mengarahkan seluruh jajaran seperti Polsek Ampana Kota, Sat Lantas, Sat Bimmas dan Sat Polair melakukan pemantauan di kawasan pesisir pantai serta memgimbau warga untuk tetap waspada serta melakukan patroli.

Selain itu kata Kapolres juga membagikan masker kepada warga yang sempat mengungsi di ketinggian di kawasan Tanjung Api.

“Saat gempa terjadi banyak warga yang panik dan memilih tempat yang aman di ketinggian dan tidak memakai masker. Kondisi ini kami sikapi dengan membagikan masker ke warga melalui Sat Bimmas yang berada di lokasi kawasan Tanjung Api Desa Labuan, sebagai upaya penerapan prokes di masa pandemi covid-19,” katanya.

Dia menambahkan, saat ini kondisi saat ini kondusif dan warga sudah kembali ke rumahnya masing-masing.

” Saat ini warga sudah kembali beraktifitas,” sebutnya.

Informasi yang dihimpun media ini data kerusakan sementara terdapat 6 rumah rusak berat yang tersebar dibebarapa titik di Kecamatan Ampana Kota dan Kecamatan Ratolindo dan satu korban meninggal dunia.

Saat ini pihak Pemkab Touna melalui BPBD tengah melakukan identifikasi kerusakan yang diakibatkan gempa magnitudo.5,8 tersebut.

Data dari BMKG gempa dengan Magnitudo 5.8, terjadi Kamis, 26 Agustus 2021 pukul 09:14:19 WIB atau 10:14:19 WITA berlokasi di 0.70 LS,121.51 BT atau 44 km Barat Laut Kabupaten Tojo Unauna-Sulteng dengan Kedalaman:10 Km dan tidak berpotensi tsunami.

Warga Kota Ampana Kabupaten Tojo Unauna, Sulteng dan sekitarnya dikagetkan dengan gempa bumi yang cukup kuat pada Kamis pagi (26/8/2021) dan berhamburan keluar rumah.

Sebelumnya pada akhir Juli 2021, Kabupaten Touna diguncang gempa sebanyak dua kali dengan magnitudo 5,9 dan 6,5.(RA)

Komentar

News Feed