oleh

51 KK di Desa Padang Tumbuo Dapat Program Sanitasi Lingkungan Berbasis Masyarakat tahun 2021

TOUNA – Sebanyak 51 Kepala Keluarga (KK) di Desa Padang Tumbuo, Kecamatan Ampana Kota, Kabupaten Tojo Una-Una (Touna), Sulteng mendapat Sanitasi Jamban Keluarga dari program Sanitasi Lingkungan Berbasis Masyarakat
(SLBM) Kementerian PUPR melalu Dinas PU setempat tahun 2021

Hal itu terungkap dalam sosialisasi calon penerima manfaat Sanitasi Jamban yang digelar Dinas PUPR Kabupaten Touna, Jumat (4/6/2021) di Balai Desa Padang Tumbuo.

Sosialisasi dihadiri 51 KK penerima manfaat Sanitasi Jamban Keluarga di Desa Padang Tumbuo.

Sosialisasi calon penerima manfaat Sanitasi Jamban yang digelar Dinas PUPR Kabupaten Touna, Jumat (4/6/2021) di Balai Desa Padang Tumbuo.

Hadir pada kegiatan itu Kepala Bidang Pekerjaan Umum Dinas PUPR Touna, Bagalani dan Penanggungjawab Program Sanitasi Jamban Keluarga, Aan Fauzan serta pendamping/fasilitator 2 orang, dan Pengurus program di Desa sebanyak 5 orang.

Kades Padang Tumbuo, Abdul Hatab mengatakan, adanya bantuan yang bersifat stimulan/swadaya masyarakat ini benar-benar dapat di realisasikan oleh masyarakat, sebab masyarakat penerima manfaat sudah berkomitmen untuk menerima program dan menyanggupi bahwa akan diselesaikan.

“Pekerjaan pembuatan sanitasi jamban keluarga ini akan dimulai dalam minggu ini atau awal bulan berjalan di bulan Juni, dengan melibatkan seluruh penerima manfaat,” ujarnya.

Hatab menjelaskan, Desa Padang Tumbuo berdasarkan data, kurang lebih 200 KK masyarakatnya belum memiliki jamban keluarga, sehingga menjadi salah satu kendala desa dalam meningkatkan Index Desa Membangun atau IDM.

” Dari sektor kesehatan jamban merupakan salah satu barometer standar menghitung IDM,” sebutnya.

Selain itu kata Hatab, dari kurang lebih 200 KK yang belum memiliki jamban tersebut, akan menjadi prioritas pemerintah desa serta desa juga memberikan bantuan jamban keluarga melalui Dana Desa (DD)

“Di tahun 2020 ada sebanyak 16 KK yang dibantu melalui Dana Desa untuk pembuatan jaban dan tahun ini dilakukan pembangunan jamban keluarga sejumlah 13 KK juga dari dana desa,” sebutnya.

Selaku kades, Hatab berharap yang terpenting adalah setelah selesai dikerjakan sanitasi jamban keluarga ini bisa betul-betul di manfaatkan dengan baik.

“Kami selaku pemerintah desa siap mengawal dan mengawasi jalannya pembangunan sanitasi jamban keluarga di desa kami. Semoga fokus penyelesaian ini berkelanjutan dan dapat dituntaskan dalam 1 periode masa jabatan kepala desa,” tandasnya. (*)

Komentar

News Feed