oleh

Polisi Berhasil Tetapkan Satu Tersangka Penyebab Tewasnya Tujuh Penambang Emas di Parimo

Bangkep|Sultengsatu.com-Kepolisian Resor (Polres) Parigi Moutong (Parimo) Sulawesi Tengah, telah menetapkan satu tersangka kasus tambang emas tanpa izin beroperasi di Desa Buranga, Kecamatan Ampibabo, yang menewaskan tujuh penambang tradisional akibat lubang tambang longsor.

Hal itu disampaikan oleh Kapolres Parimo AKBP Andi Batara Purwacaraka kepada sejumah wartawan di Parigi, Jumat (12/3/2021).

Kapolres Parimo AKBP Andi Batara Purwacarakan mengatakan,  bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan dari delapan orang saksi dan berhasil menetapkan satu orang tersangka inisial JD.

“Jadi berdasarkan hasil pemeriksaan satu orang yang ditetapkan menjadi tersangka yang merupakan operator alat berat, dan tindak menutup kemungkinan dari hasil penyidikan ada tersangka baru atas pengembangan kasus tersebut,” kata Kapolres.

Kapolres mengatakan, bahwa pihaknya juga menyita empat alat berat jenis excavator dan dua mesin dompeng yang digunakan dalam kegiatan pertambangan.

“Dari proses penanganan perkara, pihaknya juga telah berkoordinasi dan mendatangkan tim Laboratorium forensik (Labfor) Mabes Polri meninjau lokasi pertambangan tersebut, bahkan pihaknya juga melibatkan tim ahli asal Institut Teknologi Bandung (ITB) melakukan kajian teknis,” ujar AKBP Andi Batara Purwacaraka.

Lanjut, kata Kapolres, pascaoperasi SAR hari ketujuh (1/3), kegiatan reklamasi di lokasi tambang tersebut dilakukan, namun lubang tambang tidak tertimbun semua karena volume air semakin bertambah, sehingga proses reklamasi di hentikan, lalu kami telah memasang spanduk peringatan.

“Dari pengembangan kasus, tersangka dijerat dengan Pasal 98 ayat satu dan ayat tiga Undang-Undang nomor 32 tahun 2019 tentang Perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup serta Pasal 158 Undang-Undang nomor 3 tahun 2002 tentang perubahan atas Undang-Undang nomor 4 tahun 2009 tentang pertambangan, mineral dan batu bara,” jelasnya.

Untuk proses penyidikan, kata dia, akan diselesaikan sesegera mungkin jika sudah terpenuhi unsur kelengkapan barang bukti dan sebagainya, selanjutnya akan dilakukan proses tahap satu atau P21 ke Kejaksaan Negeri Parigi untuk proses hukum selanjutnya.

“Saat ini, tersangka sudah kami tahan di sel tahanan Polres Parigi Moutong,” ucapnya.

Sebagaimana diketahui bahwa peristiwa longsor di lokasi tambang tanpa izin di Desa Buranga, Kecamatan Ampibabo, menewaskan tujuh penambang tradisional dan 16 orang selamat.(YYA/HMS)

Komentar

News Feed