oleh

Bawaslu Touna Selesaikan Kajian 18 Temuan dan 13 Laporan Dugaan Pelanggaran Pilkada Serentak

Touna, Sultengsatu.com – Selama pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada)  Serentak 2020 hingga saat ini, total sudah 18 temuan dan 13 laporan dugaan pelanggaran yang ditangani dan telah selesai dilakukan kajian oleh Bawaslu Touna.

Hal itu disampaikan oleh Koordinator Divisi Hukum, Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Touna, Leming, S.Ag mengungkapkan,

Leming mengatakan, berdasarkan hasil kajian dari 18 temuan dugaan pelanggaran,  10 temuan merupakan dugaan pelanggaran hukum lainnya , 3 temuan pelangaran pemilihan dan 2 temuan bukan pelanggaran pemilihan.

“10 temuan dugaan pelanggaran lainnya, yakni dugaan pelanggaran netralitas ASN, yakni sebanyak 7 temuan dan  dugaan pelanggaran netralitas Kepala Desa dan Kepala Dusun sebanyak 3 temuan,” katanya.

Lanjut,  kata Leming, untuk dugaan pelanggaran netralitas ASN  telah ditindak lanjut diteruskan kepada Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). Sedangkan temuan dugaan pelanggaran netralitas Kepala Desa dan Kepala Dusun telah telah ditindak lanjut diteruskan kepada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa.

“Untuk pelanggaran pemilihan ada 2 temuan telah diteruskan kepada pihak Kepolisian Polres Touna dan 1 temuan dihentikan karena tidak terpenuhi unsur. Sementara 2 temuan bukan pelanggaran pemilihan dihentikan karena tidak memenuhi unsur,” lanjutnya.

Leming menambahkan, selain melakukan kajian penanganan temuan pelanggaran, Bawaslu Touna juga telah melakukan kajian 13 laporan dugaan pelanggaran Pilkada serentak tahun 2020.

“Adapun 13 laporan dugaan pelanggaran tersebut, yakni  pelanggaran kampanye sebanyak 8 laporan, pelanggaran hari pemungutan suara sebanyak 2 laporan, pelanggaran masa tenang 1 laporan, pelanggaran netralitas ASN 1 laporan dan  pemberitaan Hoax 1 laporan,” tambahnya.

Dari hasil kajian, kata Leming,  13 laporan pelanggaran, ada  9 laporan dihentikan karena bukan pelanggaran pemilihan, 1 laporan tidak terpenuhi syarat formal dan syarat meteril dan 1 laporan lagi tidak terpenuhi syarat materil tetapi peristiwa yang dilaporkan muatannya sudah dilaporkan muatannya dan juga sudah dilaporkan oleh pelapor lain serta menjadi temuan Bawaslu yang sedang dalam proses penanganan.

“”Sementara 1 laporan yakni pelanggaran netralitas AS tidak dapat ditindaklanjuti karena tidak terpenuhi alat bukti dan 1 laporan terkait pemberitaan Hoax diteruskan kepada kepolisian Polres Touna karena bukan pelanggaran pemilihan,” tukasnya.(RED).

Komentar

News Feed